Home > IBM > IBM i : Integrasikan Bisnis

IBM i : Integrasikan Bisnis

IBM i - Eryk Budi P

Penulis : Eryk Budi Pratama

Event iTouchDown yang diadakan oleh iCommunity IBM Indonesia membuat saya lebih membuka wawasan tentang IBM i. Secara umum, IBM i ini merupakan kelanjutan dari AS/400. Jika pembaca mengunjungi blog pribadi saya, maka dapat dilihat seperti apakah penampakan dari AS/400 ini.

IBM i merupakan sistem operasi yang sangat unik dan sangat berbeda dengan sistem operasi lain yang ada pada umumnya, sebut saja Windows, Linux, Unix, dan lain-lain. Apa yang membuatnya unik? Hal itu bisa dilihat dari arsitektur IBM i dimana terdapat salah satu kata kunci yang sangat penting sebagai pembeda IBM i dengan yang lain, yaitu INTEGRATION. Sebelumnya, pada tulisan ini saya membatasi arsitektur IBM i terkait kata kunci ini. Karena jika dibahas semua, bisa panjang sekali hal yang bisa ditulis.

Baiklah, misalnya anda seorang manajer yang ingin membuat beberapa aplikasi berbeda yang dibutuhkan oleh divisi atau subdivsi yang berbeda pula. Dapat dibayangkan bagaimana repotnya proses provisioning dan deployment sehingga semua aplikasi yang dibutuhkan bisa running sesuai dengan yang diharapkan. Betapa kompleksnya ketika orang IT harus memikirkan system development, networking, database, security, storage, dan masih banyak yang harus dikerjakan. Hal itu menjadi sebuah masalah yang cukup mengganggu jika sumber daya dan dana yang tersedia sangat terbatas.

IBM i integration - Eryk

Solution Stack

Untuk lebih memperjelas integrasi yang dimaksud, coba kita pahami solution stack pada gambar berikut.

solution stack ibm - eryk

Pada bagian stack, terdapat beberapa komponen mulai dari layer paling bawah yaitu hardware, sampai layer paling atas yaitu aplikasi. Pada sisi kiri adalah solution stack jika anda menggunakan sistem operasi yang lain, dimana ketika naik antara layer satu ke layer atas, tentu membutuhkan konfigurasi tersendiri untuk masing-masing layernya. Karena ada 10 layer, berarti effort anda dalam membangun aplikasi ada sebanyak 10 kali. Tentu hal ini menimbulkan kompleksitas dan biaya yang tinggi. Sedangkan pada bagian kanan adalah solution stack dari IBM i,  dimana layer hardware sampai layer performance management sudah terintegrasi menjadi satu, sehingga anda tinggal naik satu layer untuk menyelesaikan aplikasi. Hanya dibutuhkan 2 effort sehingga bisa lebih efisien dan efektif dalam hal biaya.

Jika dianalogikan dengan mobil, mana yang akan anda pilih, membeli seluruh spare part lalu merakitnya satu per satu, atau membeli mobil yang sudah dirakit dari pabriknya? Mungkin anda sudah tahu jawabannya🙂

Semangat menulis, semangat berbagi ^_^

Categories: IBM Tags: , , ,
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: